Fokusfakta.id, Luwu Tmur – 09 September 2025 – Bain Ham RI Luwu Timur mendesak PT Vale Indonesia untuk menyampaikan secara terbuka kandungan zat beracun yang terdapat dalam insiden tumpahan minyak hingga mengalir ke Danau Towuti. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran serius masyarakat terkait dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan.
Masyarakat Luwu Timur cemas dengan potensi dampak jangka panjang pencemaran ini, mengingat Danau Towuti merupakan sumber daya alam penting yang menopang kehidupan warga.
Divisi Lingkungan Bain Ham RI Luwu Timur, Ragil MS, menyebutkan bahwa insiden tumpahan minyak ini telah memasuki pekan ketiga sejak cairan kental berwarna hitam meluber ke saluran irigasi sawah masyarakat dan bermuara ke Danau Towuti. Hingga kini, PT Vale belum menyampaikan secara terbuka kepada publik mengenai kandungan zat beracun dalam tumpahan tersebut.
“Zat kimia berbahaya dapat mengendap di sedimen, masuk ke organisme air, dan merambat melalui rantai makanan. Jika dikonsumsi manusia melalui air maupun hasil tangkapan ikan, bisa memicu penyakit bawaan air, gangguan kesehatan, bahkan masalah jangka panjang,” jelas Ragil, Senin (8/9/2025).
Ia menegaskan, lemahnya fasilitas pengelolaan limbah membuat zat berbahaya semakin banyak terbuang ke sungai hingga ke danau. Hal ini berpotensi menurunkan keanekaragaman hayati serta merusak ekosistem air.
Bain Ham RI Luwu Timur juga mengingatkan PT Vale soal aspek hukum. “Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH) dan PP Nomor 22 Tahun 2021 sudah jelas mengatur perlindungan mutu air, udara, laut, serta pengelolaan limbah. PT Vale jangan berspekulasi terhadap insiden ini,” tegas Ragil.
Bain Ham menuntut PT Vale segera melakukan pemulihan lingkungan, termasuk tanah, air, dan udara yang terdampak, serta memberikan kompensasi kepada masyarakat yang terkena dampak.
PT Vale Indonesia sebelumnya menyatakan komitmennya untuk menangani dampak insiden tersebut dan melakukan pemulihan lingkungan. Namun, Bain Ham RI Luwu Timur menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas agar masyarakat tetap percaya pada proses pemulihan yang dijalankan.
Sumber: Luwurayapos.com, 08 September 2025












